SEPAK TERJANG KROASIA DIAJANG PIALA DUNIA 2018

July 13, 2018



Kemenangan 2 – 1 atas Inggris di laga semifinal rabu dini hari silam mengantarkan Luka Modric dkk melenggang dipartai puncak Piala Dunia 2018 menantang tim kuat Prancis.

Sebelum Piala Dunia 2018 bergulir, tak banyak orang yang menjagokan tim berjuluk Vatreni ini untuk bersaing merebutkan tropi piala dunia. Kejutan pertama hadir tatkala Kroasia mampu menggulung salah satu tim favorit juara di babak penyisihan grup, Argentina dengan skor 3-0. Kejutanpun tak berhenti disitu, hingga laga terakhir babak penyisihan grup taka da tim yang mampu membendung Kroasia. Akhirnya Kroasia mampu mengunci predikat juara grup D dengan poin sempurna. Selain itu, produktivitas lini depan Kroasia pun bisa dibilang cukup memuaskan Dalam tiga laga penyisihan grup, mereka mampu menceploskan 7 gol ke gawang lawan, dan hanya kebobolan satu gol.

Tren positif Kroasia berlanjut hingga babak knockout. Dibabak 16 besar, Kroasia harus menghadapi tim sesama dari benua Eropa, yaitu Denmark. Meski harus bersusah payah mengandaskan perlawanan Denmark lewat babak adu pinalti, akhirnya Kroasia memastikan satu tiket ke babak 8 besar. 

Dibabak 8 besar lawan berat telah menunggu, yaitu sang tuan rumah Rusia. Di gelaran piala duniakali ini Rusia telah menjelma menjadi salah satu tim tangguh. Selain bermaterikan pemain top yang sedang naik daun seperti Aleksandr Golovin, Denis Cheryshev, hingga penyerang berpostur raksasa Artem Dzyuba, bermain di depan para pendukungnya sendiri memberikan suntikan semangat tersendiri bagi tim Rusia. Selain itu, bermain dibawah tekanan supporter musuh menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain Kroasia.

Namun, pengalaman para pemain Kroasia yang banyak berkiprah di tim-tim besar seperti Real Madrid, Barcelona, hingga Bayern Munchen sedikit banyak mampu meredam atmosfer ketegangan di Fisht Stadium, Kota Sochi. Sang kapten Luka Modric mampu memimpin para rekannya untuk menahan gempuran sang tuan rumah. Kejar-mengejar gol pun tak terelakkan. Setelah bermain imbang 2-2 hingga babak perpanjangan waktu, mau tidak mau pertandingan harus diselesaikan dengan adu pinalti.Kembali, untuk kedua kalinya Kroasia mampu menangkan pertandingan lewat adu tos-tosan.

Dibabak semifinal, mereka telah ditunggu oleh salah satu tim besar dunia, Inggris. Dengan bermaterikan peman-pemain muda potensial seperti Harry Kane, Jesse Lingard, hingga Kieran Trippier, tentuya Inggris lebih difavoritkan oleh banyak pihak untuk memenangkan laga semifinal ini. Namun mental dan semangat juara para pemain Kroasia mampu mengandaskan kiprah sensasional Harry Kane dkk. 

Meskipun sempat tertinggal terlebih dahulu lewat sepakan bebas Kieran Trippier di menit ke 5, Luka Modric dkk mampu bangkit diparuh kedua. Winger lincah asal Inter Milan, Ivan Perisic mampu menyarangkan sikulit bundar ke gawang Pickford sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1 – 1.
Jual beli seranganpun tak terelakkan sepanjang 45 menit babak ke dua. Setelah bermain imbang di 90 menit waktu normal, pertandingan harus dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu. Ini adalah perpanjangan waktu ke tiga yang harus di jalani oleh para pemain Kroasia.

Gol kemenangan yang ditunggu-tunggu akhirnya datang dimenit ke 109 lewat kaki Mario Mandzukic. Disisa waktu yang ada Kroasian mampu mempertahankan skor 2-1 hingga peluit panjang dibunyikan wasit. Tiket final sudah ditangan anak asuhan Zlatko Dalic.

Performa apik Kroasia di gelaran piala dunia kali ini tak lepas dari sentuhan magic sang kapten, Luka Modric. Dalam 5 laga yang telah dilewati, Modric tiga kali dinobatkan sebagai Man of The Match. Selain itu, gelandang kharismatik asal Real Madrid ini juga menyumbang 2 gol selama piala dunia ini berlangsung.

Capaian Kroasia dalam gelaran Piala Dunia 2018 mampu mencatatkan rekor baru bagi negara pecahan Yugoslavia ini. Untuk pertama kali mereka mampu menembus partai final di ajang Piala Dunia. Sebelumnya, prestasi tertinggi mereka adalah hanya sampai di babak semifinal dua puluh tahun silam.

Menariknya di babak final nanti Kroasia telah ditunggu Prancis yang pernah mengandaskan Kroasia di babak semifinal Piala Dunia 1998 Prancis. Pertandingan final ini sangat menarik untuk ditonton. Selain pertarungan merebutkan predikat tim terbaik dunia, partai final ini juga sebagai ajang balas dendam Kroasia atas kekalahan 2 – 1 ata Prancis dilaga semifinal tahun 1998.

Tentunya dengan label tim termahal di gelaran Piala Dunia 2018, banyak yang memfavoritkan Prancis untuk keluar menjadi juara. Tapi sekalilagi jangan memandang sebelah mata semangat semangat juang tim Kroasia. Mental juara sedang membakar semangat para pemain Kroasia. Kandasnya Argentina, Rusia, hingga Inggris adalah bukti keampuhan strategi Zlatko Dalic sekaligus mental juara yang telah tertanam disetiap pemain Kroasia.

Menarik untuk melihat laga final nanti. Kedua tim, baik Prancis maupun Kroasia mempunyai kans yang sama untuk memenangkan Piala Dunia 2018.

You Might Also Like

0 komentar