KUTUKAN SANG JUARA BERTAHAN

June 18, 2018


Para Pemain Mexico Merayakan Gol

Kekalahan Jerman 0 – 1 atas Mexico di laga perdana grup F piala dunia Rusia 2018 tentunya mengejutkan para pecinta bola. Jerman yang menyandang status sebagai juara bertahan, juara piala konfederasi, serta sebagai tim yang mampu menyapu bersih 10 laga babak kualifikasi piala dunia zona Eropa dengan kemenangan, tentunya banyak kalangan yang menempatkan Jerman sebagai salah satu tim terkuat dalam merebut gelar juara turnamen sepak bola tertinggi antar negara empat tahunan ini.

Tak pernah terlintas di pikiran sebagaian besar penikmat sepak bola diseluruh penjuru dunia bahwa Jerman akan mengalami kekalahan atas Mexico di laga perdana. Dari segi komposisi pemain dan kematangan tim, tentunya Jerman jauh diatas Mexico. Namun tidak ada yang tidak mungkin di dunia sepak bola. Ada istilah "bola itu bulat". Jadi, apapun bisa terjadi di dunia sepak bola.

Jika menengok dari segi statistik pertandingan, Jerman memang jauh lebih dominan dari pada Mexico. Pasukan Joachim Loew mampu menguasai jalannya pertandingan dengan memenangkan penguasaan bola sebesar 61% dan mampu melepaskan tendangan sebanyak 21 kali, 9 diantaranya tepat mengarah ke gawang. Namun tak ada sebiji golpun yang mampu disarangkan para pemain Jerman ke gawang Guillermo Uchoa, penjaga gawang Mexico yang bermain apik sepanjang laga. Sedangkan Mexico hanya mampu melepaskan 11 kali tembakan, dan hanya 4 tembakan yang tepat mengarah ke gawang. Namun dari 4 tembakan yang mengarah ke gawang, 1 diantarnya menghasilkan gol yang membawa Mexico meraup tiga poin.

Apakah kutukan sang juara bertahan akan terus berlanjut?

Tak lolosnya sang juara bertahan di fase penyisihan grup telah menjadi tren dalam dua gelaran piala dunia sebelumnya. Italia yang menyandang sebagai sang juara bertahan tak berkutik diajang Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Bahkan Italia hanya mampu memetik dua kali hasil imbang dan sekali kalah yang menempatkannya menjadi juru kunci grup F dibawah Paraguay, Slowakia, dan Selandia Baru.

Hal serupa juga dialami oleh Spanyol di Piala Dunia 2014 di Brazil. Mereka tak mampu berbicara banyak meskipun datang dengan predikat sang juara bertahan. Bahkan di laga perdananya, mereka menelan kekalahan telak 1 - 5 dari Belanda. Dilaga terakhirnya, mereka kembali mengalami kekalahan, kali ini mereka dipermalukan 0 - 2 oleh Chili yang membuatnya harus angkat koper lebih awal di gelaran Piala Dunia 2014.

Lantas apakah Jerman juga akan mengalami nasib yang sama dengan Italia dan Spanyol? Atau malah mampu membuktikan kalau Jerman masih menjadi salah satu tim yang layak diperhitungkan sebagai juara Piala Dunia 2018 Rusia? Kita tunggu pertandigan Jerman selanjutnya pada tanggal 24 Juni 2018 melawan Swedia.


Jerman 0-1 Meksiko (Hirving Lanzano 35')

Jerman: 1-Manuel Neuer; 18-Joshua Kimmich, 17-Jerome Boateng, 5-Mats Hummels, 2-Marvin Plattenhardt (Mario Gomez 80'), 6-Sami Khedira (11-Marco Reus 60'), 8-Toni Kroos, 13-Thomas Mueller, 7-Julian Draxler, 10-Mesut Oezil, 9-Timo Werner (Julian Brandt 86')
Pelatih: Joachim Loew


Meksiko: 13-Guillermo Ochoa; 23-Jesus Gallardo, 15-Hector Moreno, 2-Hugo Ayala Castro, 3-Carlos Salcedo; 18-Andres Guardado (4-Rafael Marquez 74'), 16-Hector Herrera, 22-Hirving Lozano (Raul Jimenez 66'), 11-Carlos Vela (Edson Alvarez 58'), 7-Miguel Layun; 14-Javier Hernandez
Pelatih: Juan Carlos Osorio

You Might Also Like

0 komentar