GELEGAR RAMADHAN ALA STATISTISI

August 21, 2013


Ramadhan 1434 H merupakan Ramadhan ke 5 yang saya jalani di kota perantauan, jauh dari keluarga dan semaraknya Ramadhan di kampung halaman. Nuansa Ramadhan silih berganti seiring dengan bergulirnya zaman dan tempat yang berbeda. Pengalaman demi pengalaman baru saya dapat dari tahun-ketahun, riuh gagap-gempitanya Ramadhan di berbagai tempat dan nuansa yang berbeda menjadi pengalaman dan memori yang indah bagi perjalanan hidup saya. Naik turunnya antusiasme menyambut dan mengarungi bulan Ramadhan di berbagai tempat sudah saya alami semua. Tetapi usaha untuk meningkatkan iman, semangat mendulang pahala dan jihat fisabilillah harus selalu membara dalam semangat dan tak boleh padam di setiap Ramadhan untuk mengharap ridho-Nya.
            Ramadhan tahun ini saya menjalaninya di kota Jakarta. Mendengar kata “Jakarta” pastinya sudah terbayang di benak pikiran saudara semua bahwasannya Jakarta identik dengan kesibukan 24 jam nonstop, jiwa non-sosial, agama dikesampingkan, dan berbagai macam hal-hal negatif lainnya. Namun semua ini terbantahkan! Tak semua tempat di Jakarta sama persis seperti yang anda bayangkan diatas. Saya merasakan Ramadhan 1434 H kali ini menjadi Ramadhan terhebat dalam 5 tahun terakhir selama saya merantau di berbagai kota. Saat ini saya sedang menjalani kuliah semester 4 di salah satu sekolah tinggi ikatan dinas ternama di Indonesia. Mahasiswa di sini luar biasa antusias menyiapkan berbagai macam kegiatan positif yang tentunya akan menjadi ladang pahala bagi siapapun yang menjalani serangkaian ibadah Ramadhan di kampus tercinta ini. Serangkaian acara di Ramadhan 1434 H ini dinamai dengan GARASI (Gelegar Ramadhan Ala Statistisi). Acara-acaranya sangat menarik, mulai dari bakti sosial ke masyarakat sekitar, kajian dengan mendatangkan ustadz ternama, sampai dengan buka puasa bareng.
            Sebelum bulan suci Ramadhan datang, kami ramai-ramai untuk mengadakan acara bakti sosial yang bertempat di kawasan Kuburan Cina, Jakarta Timur. Di sini kami membaur dengan anak-anak kampung setempat untuk berbagi ilmu dan sedikit rezeki yang telah kami kumpulkan dari seluruh mahasiswa kampus. Berbagai kegiatan kami lakukan bersama anak-anak kawasan Kuburan Cina mulai dari pagi hari sampai menjelang sore, mulai dari belajar mengaji, makan bersama, sampai bermain games bersama. Sungguh indah menikmatai hari bersama anak-anak kawasan Kuburan Cina. Hari itu menjadi salah satu hari yang tak terlupakan dalam hidup.
           
            Tak hanya di dunia nyata gelegar Ramadhan di kampusku terasa, di media sosial-pun gelegarnya juga luar biasa. Countdown datangnya hari Ramadhan adalah awal dari serangkaian kegiatan positif di media sosial setiap mahasiswa di sini. Tujuan countdown datangnya Ramadhan ini dalah untuk mengingatkan kami semua seberapa siapkah kah kami menyambut buan yang suci ini? Hal ini tentunya akan mengingatkan seluruh mahasiswa untuk mempersiapkan fisik, jiwa, dan tentunya meng up-grade iman kita demi menyambut bulan Ramadhan. Posting-postingan tentang terjemahan ayat suci Al-Quran, Hadits, dan sejarah-sejarah islam selalu menghisai beranda media sosial. Tentunya hal ini sangat positif untuk menambah ilmu keagamaan dan ilmu pengetahuan saya. Berikut ini contoh salah satu postingan di facebook dari panitia GARASI:
“1 Ramadhan 587 H
Terjadi penghancuran dan [enguasaan kota ‘Asqalan yang merupakan pintu masuk menuju kota al-Quds. Penghancuran dan penguasaan kota ini dilakukan oleh Shalahuddin al-Ayyubi sebagai strategi menahan laju kekuatan kaum Salib (Nasrani) yang akan merebut kota Quds. Pada hari penaklukannya Shalahuddin al-Ayyubi berkata, “Demi Allah, sesungguhnya benteng di ‘Asqalan lebih aku sukai walaupun aku harus kehilangan seluruh anakku. Sebab penguasaan ‘Asqalan adalah demi kemaslahatan Islam dan kaum Muslim.”
Di situs jejaring sosial lainnya juga semarak akan nuansa Ramadhan yang begitu ramai. Hastag #RamadhanIniHarusBeda dan #JikaIniRamadhanTerakhirku bertebaran di timeline media sosialku. Kami semua berlomba-lomba mengejar target ibadah Ramadhan kita, sharing satu sama lain tentang target ibadah. Semua ini menimbulkan atmosfer ibadah yang kondusif, dan membuat saya lebih semangat menjalani Ramadhan 1434 H kali ini.
            Berbagai lomba mulai dari lomba poster Ramadhan dan cerpen islami ikut menyemarakkan Ramadhan 1434 H di kampusku. Tentunya lomba-lomba semacam ini membuat mahasiswa akan selalu ingat dan tersadar bahwa hari-hari yang kita lewati saat ini adalah hari-hari di bulan Ramadhan. Bulan yang penuh dengan berkah. Dengan demikian kami akan selalu memaksimalkan tiap detik yang kami lalui selama Ramadhan ini agar Ramadhan kali ini menjadi berkah dan tentunya lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
            Ramadhan tentunya menjadi waktu yang tepat buat mempererat tali silaturahmi antar umat muslim. Untuk menjembatani silaturahmi seluruh mahasiswa muslim kampus, panitia GARASI pun menyelenggarakan program buka bersama gratis. Tidak hanya itu, sebelum acara buka bersama, diadakan tausiyah bersama salah satu ustad ternama ibu kota. Tentunya tak hanya takjil gratis yang kami dapatkan di acara ini, ilmu yang Insyaallah bermanfaat juga dapat kami bawa pulang dan siap untuk diamalkan dikehidupan kami sehari-hari.
            Itulah rangkaian kegiatan positif yang kampus kami lakukan demi memaksimalkan kesepatan yang diberikan Allah SWT. kepada kami untuk menduang pahala sebanyak-banyaknya. Semoga acara yang saya sampaikan dengan tulisan ini dapat menginspirasi saudara-saudara semua untuk melakukan kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi semua.

You Might Also Like

0 komentar

INSTAGRAM