BOYBAND VEZIRKOPRU

August 16, 2012

               

              
Hysteria kedatangan Afgansyah Reza di Kampus manapun tidak bisa menandingi kedatangan 6 sosok remaja asal Indonesia di salah satu kecamatan di Negara Turki, yaitu Kecamatan Vezirkopru. Kecamatan ini dapat dicapai dengan waktu 1,5 jam dari kota Samsun dengan mobil pribadi. Kecamatan ini dibilang ndeso ya nggak, di bialang kota ya nggak. Lho gimana tu? Lha kalau di bilang ndeso, masa ndeso hampir setiap keluarga mempunyai mobil? Dibilang kota ya nggak bisa, nggak ada city walk disana, town square aja gak ada, jalannya pun masih banyak yang pavingan. Tetapi di Vezirkopru inilah ada beberapa kenangan yang tak mungkin saya lupakan. Katanya terlalu manis untuk dilupakan #lho

                Suatu kejadian yang absurb terjadi di suatu pagi sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Bertempat di suatu tempat les kalo gak salah namanya dershane, kami disuruh masuk ke kelas-kelas yang ada di gedung itu untuk sekedar menyapa ataupun say hello kepada para siswa yang sedang belajar. Alhasil respon yang tak terduga meledak, kami pun kualahan menghadapinya. Kelas menjadi riuh seketika, mereka memandang kami bak seorang artis papan atas di negeri tersebut. Semua ingin berjabat tanggan dan meminta foto bareng, baik itu laki-laki maupun perempuan mereka berlomba-lomba utuk bisa berfoto dengan kami. Karena mereka seumuran dengan kami, alias masih remaja, kami pun dengan senang hati berfoto ataupun berkenalan dengan mereka. Tak sedikit cewek yang tiba-tiba langsung merangkul tangan kami lalu meminta untuk difoto, sungguh mengejutkan, benar-benar mengejutkan. Kami tak kuasa untuk mengelak, selain karena jumlah mereka sangatlah banyak, cewek-cewek disana juga cantik-cantik, jadi kami menikmati aja acara ini wkwkwk. Jarang-jarang orang seperti aku ini dikerumuni banyak cewek bule..... cantik-cantik lagi.... tanpa usaha lagi..... mereka yang datang sendiri lagi..... sungguh surga dunia :D Tapi lama-lama foto-foto terus tu juga capek boy, gila bener, jepret sana-jepret sini, serasa jadi boyband aja. #ups 

                Jangan salah boy kalau cewek-cewek sana langsung nempel sama kami, kami tu di sana dianggap imut dan ganteng lho B) Para cewek terkagum-kagum akan kulit coklat dan rambut hitam kami, ditambah dengan mata yang hitam sipit membuat mereka semakin tergila-gila dengan kami. Selain diajak foto-foto, kami juga diseret kesana kemari untuk diajak duduk bareng dan mengobrol dengan mereka. Mereka pun memanggil kami dengan Cikolata alias si coklat. Mengapa demikian? Selain karena kulit kami bak coklat, kata mereka kami juga manis, enak dilihat kaya coklat gitu, lantas kamipun jadi jumawa dong hahaha.

                2 jam berlalu, kami pun harus menunaikan ibadah Shalat Dzuhur. Selain itu, kami juga sangat tersiksa karena telah lama menahan pipis, maklum disana sangat dingin jadi pipis tu jadi hobi baru (bukan karena banyak cewek cantik lho). Toilet dan mushola berada di basement. Sesuatu yang aneh pun terjadi.  Tanpa diduga-duga, ketika kami telah selesai melakukan aktivitas pribadi di toilet, anak-anak telah berjajar menunggu kami di didepan toilet. Kaget, ya kaget sekali. Ngapainsih mereka nungguin kami di toilet -___-. Kurang kerjaan kali ya mereka sempet-sempetnya nungguin kami pipis, apa gak punya kerjaan lain? :o Lantas guru-guru mereka pun segera menggiring dan menyuruh mereka untuk kembali kekelas masing masing. Kami tak habis pikir, ngapain sih di toilet pun kami masih dikejar-kejar? Untung saja mereka tidak ikut masuk kedalam dan ngajak pipis berjamaah hehe.

                Itulah salah satu pengalaman yang sangat aneh, pengalaman jadi artis mendadak. Tak abis pikir deh, ternyata jadi public figure tu sangat merepotkan, capek boy. Maka dari itu, saya tidak mau jadi artis. Saya maunya jadi orang yang shaleh dan taqwa saja, betul boy?

You Might Also Like

0 komentar