Asrama Husein Kilic

July 11, 2012


Foto bersama anggota asrama saat jalan-jalan

            Tiga bulan lamanya kami tinggal di sebuah asrama yang bernama Husein Kelic, terletak di kecamatan ondokuz mayis. Kecamatan Ondokuz  Mayis terletak di sebelah barat  kota Samsun. Jika kita naik mobil pribadi, membutuhkan waktu  sekitar 45 menit untuk sampai di jantung Kota Samsun. 

            Kecamatan Ondokuz Mayis merupakan kecamatan yang tidak begitu luas, tetapi kecamatan ini mempunyai pusat perbelanjaan seperti pasar dan kompleks pertokoan yang lumayan besar. Letak pusat perekonomian itu pun dekat dengan asrama yang kami tinggali. 

            Okey, setelah tahu gambaran tentang kota dimana asrama kami berada, sekarang ku deskripsikan asrama yang ku tinggali selama 3 bulan lamanya. Asrama Husein Kilic merupakan bangunan berlantai 4 dengan satu underground yang berfungsi sebagai dapur, ruang makan dan gudang. Lantai pertama terdiri dari beberapa tempat elit seperti ruang kepala asrama, kepala general manager, ruang tamu, kamarmandi dan sebuah tempat untuk bersantai-santai ria. Lantai 2,3,4 terdiri dari kamar tidur dan kamar mandi. Setiap lantai terdiri dari 4 kamar tidur, yang tiap kamar tidurnya menampung 8 orang. Dan saya mau bilang bahwa ranjang, kasur dan selimutnya sangat-sangat nyaman, dingi tapi hangat #lho gimana coba.

            Sekarang ayo kita kenalan sama pengurus asrama Husein Kilic. Mulai dari general managernya yang namanya Ugur hoca atau siapa itu saya dah lupa. Tapi saya masih ingat akan badannya yang begitu besar, perut buncit dan selalu menggail teman saya yang bernama Budi dengan panggilan Buddy. 

Sang kepala asrama yang selalu perhatian banget sama kami bernama Mehmet Kasci. Beliau adalah sosok ayah bagi kami selama kami tinggal di Turki. Beliau selalu memanage jam kami, kapan kami bisa pergi keluar dengan orang lain ataupun kehidupan kami sehari-hari. Maklum artis gitu, artis kan harus di manage waktunya. Banyak orang yang ingin dinner bersama gitu. Dinnernya pun berkelas, pokokman makanan elite gitu deh.




Lagi masak ikan Hamsi
Satu lagi adalah kakak yang selalu mendampingi kami ber 6 dalam kehidupan sehari-hari kami. Dia seperti bodyguard kami, badan besar, macho dan jalannya selalu dibelakang kami hahaha. Dia adalah sosok yang selalu menemani kami sewaktu kami diundang ke acara apapun, mulai dari acara keluarga sampai acara pertemuan para dokter se Kota Samsun. Jadinya dia selalu dapet rejeki nomplok, mulai dar makan-makan gratis sampai ketemu dengan cewek-cewek cantik deh.

Bagaimana dengan temen-temen kami di asrama? Rame banget deh pokokman. Pertama kali kami tiba di asrama, mereka langsung berlarian untuk melihat kami. Maklum, artis gitu hehehe. Okey, temen-temen itu adalah Selim, Kadir, Hasan dan masih banyak lagi #lupa nama-namanya.

Ada banyak hal yang absurb di asrama ini, pertama mulai dari toilet. Sumpah, toiletnya tu aneh banget, beda banget dengan toilet-toilet ditempat kita. Toilet disana tu lubangnya peralon. Sehingga jika kita ingin eek, kita harus pandai membidik biar eek kita tu masuk ke lubang pralon tersebut. Dan yang aneh tu di ujung  pralon ada katupnya, dan ada juga yang enggak ada. Jika pralonnya tu ada katupnya, kadang eek kita tu nyangkut dan gak bisa langsung nyemplung ke bawah, jadi kita harus berkutat lagi bagaimana untuk menurunkan eek tersebut agar masuk ke pralon. Lain halnya dengan pralon yang tak ada katupnya, eek kita lancar jatuh ke air bawah dengan bunyi yang nyaring #pluuunggg.

Selain toilet, washtafel disini juga multiguna. Selain untuk cuci tangan, cuci muka dan gosok gigi, washtafel juga berfungsi sebagai tempat wudhu. Jadi jika kita mau nyuci kaki, kita harus naruh kaki kita ke atas washtafel itu. Kelenturan paha, lutut, dan sendi pangkal paha berperan vital dalam wudhu menggunakan washtafel hahaha.

Okey, segini dulu ya ceritanya... tunggu episode selanjutnya :D  

You Might Also Like

0 komentar

INSTAGRAM