TURKCE OLIMPIYATLARI 8

May 12, 2012

           
               Tampil di Balai Kartini Jakarta???? Uih... kayaknya tu itu sesuatu banget gitu. Apalagi penontonnya penuh dan bersorak-sorak bak seorang artis papan atas nasional sedang manggung gitu. Agnes Monica, Once dan ada beberapa penyanyi internasional pernah nyanyi di auditorium Balai Kartini yang megah dan dapat menampung kurang lebih 1000 orang ini.
                Entah nasib mujur atau ini anugerah dari Allah SWT, saya diberi kesempatan untuk menikmati megahnya panggung Balai Kartini dengan diiringi sorak-sorai penonton yang memenuhi auditorium. Saat itu saya akan melakukan stand up dengan bahasa Turki di hadapan masyarakat Turki (disiarkan oleh stasiun televisi nasional Turki) dan teman-teman dari sekolah Pasiad lainnya. Banyak tamu penting dari negara Turki (bisnis man kelas Internasional, pejabat negara, kedubes Turki, dll) yang datang langsung untuk menonton acara Turkce Olimpiyatlari Endonezya finali.
                Mau tampil di Balai Kartini memang membutuhkan persiapan yang matang, apa lagi kalau mau melakukan stand up dengan bahasa orang. Selain harus ingat dengan alur ceritanya, juga harus latihan mental untuk menakhlukkan panggung. Kalau nanti saat di panggung grogi, segala sesuatunya jadi lupa deh dan gagal, akhirnya malu deh, ni muka mau taruh mana?? Hahahaha.
                Tau gak boy, enaknya bahasa Turki itu kayak bahasa Indonesia, jadi apa yang dituliskan juga dibaca apa adanya seperti yang dituliskan jadinya enak deh. Enggak seperti bahasa Inggris, uiiihh, lidah asal mana ni bahasa, tulisannya book, dibaca buk, tulisannya run dibaca ran... Kalau run ya dibaca run lah, ngapain repot-repot “u” nya diganti “a” -,-“ . Tapi grammer bahasa Turki emang lebih susah sih daripada bahas Inggris. Katanya, bahasa Turki tu bahasa tersulit nomor 4 dunia. Bahasa mana yang tersulit nomor 1? Ya tentu saja bahasa Rusia lah #soktau


             

                Oke balik ke Balai Kartini,  Acara dimulai pukul 07.00 WIB.  Acara di buka dengan lagu-lagu bahas yang dilantunkan oleh teman-teman saya dari Indonesia. Kebanyakan penyanyi-penyanyinya adalah cewek, uihhh, kualitas nyanyi mereka tidak kalah dengan peserta Indonesian Idol. Bahkan waktu itu, Paton yang juara 2 idola cilik (saat itu sekolah di Pasiad Pribadi Depok) aja kalah sama Toga, temanku yang sama-sama dari SBBS.
                Jantungku deg-degan bukan main dan darahku pun bagaikan berhenti mengalir ketika tiba di giliranku tampil. Saya tampil ber dua dengan Zulqarnain. Zulqarnain memegang peranan sebagai pengiring dengan menggunakan alat musik saz (alat musik tradisional dari Turki). Ketika kaki udah menginjak panggung dan tubuh ini muncul dari belakang panggung. Mata ini tercengang, bagai mana tidak, sorak-sorai membahana di auditorium yang diisi hampir 1000 orang ini. Tapi untunglah, Allah memberikan kemudahan kepada saya dan Zulqarnain untuk menampilkan penampilan terbaik kami. Dengan Pdnya saya bercuap-cuap di panggung dengan gaya yang sok oyenya. Waktu itu saya berdandan bak mafia modern, dengan menggunakan jaz, topi bulat dan kacamata hitam. Untung aja pake kacamata hitam, jadinya mengurangi kegrogianku waktu itu, kenapa? Ya karena mereka gak bisa melihat mataku, sedangkan mataku bisa melihat kesana kemari dengan bebas. Bebas untuk cari cewek cantik wkwkwk, aku masih ingat, ada sekumpulan cewek dari Kharisma Bangsa yang duduk di blok sebelah kiri urutan ke 5-6 bersorak-sorak dan memfoto-foto aku. Ya dengan Pdnya aku pasang aksyen lah wkwkwk #orang Jakarta Bening
                Dalam acara ini, juga ada perlombaan tari tradisional Turki, ada pembacaan puisi bahasa Turki, dll. Acara ini digelar rutin setahun sekali, setiap negara mengirimkan para juaranya di masing-masing kategori untuk tampil di Turki. Waktu itu kayaknya di Gor Galatasaray, tempat final piala dunia basket.
                Oke deh, sekian aja cerita gue, masih banyak kok cerita seru yang laen hehehehe

You Might Also Like

2 komentar

INSTAGRAM