FEZA KOLEJI

April 19, 2012

Zulkarnaen - Toga - Ardi
Hidup sebagai artis itu tidaklah enak kawan, tidak ada waktu istirahat buat santai dan menjadi sorotan publik dimanapun kita berada. Inilah yang aku alami ketika sekolah di Feza Koleji.
Waktu kami ber enam (aku, Bakhtiar, Zulkarnaen, Toga, Budi dan Udin) pertama kali masuk ke sekolah FEZA, bak ada artis holywood yang datang. Para siswa langsung keluar kelas dan berbondong-bondong untuk melihat kami ber enam. Meskipun kami sudah di amankan di tempat yang steril dari kerumunan masa yaitu perpustakaan sekolah dan ada beberapa body guard di sekeliling kami, masih banyak siswi  yang nekat masuk perpustakaan hanya untuk melihat kami meskipun resikonya dibentak oleh gurunya wkwkwk.
Akhirnya kami ber enam masuk ke tiga kelas yang berbeda, yaitu
·         10 FL A    :Toga dan Budi
·         10 FEN B : Bakhtiar dan Udin
·         10 FEN C : Aku dan Zulkarnaen
Perasaan takut dan canggung kami rasakan ketika pertama kali masuk kelas. Kami muai berbaur dengan siswa-siswa lainnya yang berbeda bahasa, suku, ras dan warna kulit. DI hari pertama masuk sekolah kami sudah mendapatkan banyak teman tetapi, saking banyaknya kami lupa siapa aja yang sudah kenalan sama kami wkwkwkw, Cuma ingat wajahnya tapi gak ingat namanya hehehe. Kayaknya mereka tu bangga sekali bias bersalaman dan berkenalan dengan seorang bule asal negara timur yang berkulit sawo matang.
Ardi-Fetullah-bakhtiar
Hei Teman, apakah kalian percaya bahwa aku mirip orang Jepang? Hahaha Itulah yang aku heran, di Turki aku sering dikira orang jepang, setiap orang yang berkenalan sebagian besar mengira aku orang Jepang, sangat jarang yang percaa bahwa aku orang Indonesia, mungkin karena mataku sipit ya hehehe.
Ada satu yang aku tidak terima, yaitu hampir seumua temanku tu tidak tau dimana negara Indonesia itu berada. Tetapi jika kita bilang samping Malaysia, mereka langsung paham coba. Betapa sesaknya dada ini menerima kenyataan itu. Sebagai generasi penerus bangsa, saya sangat prihatin dengan kenyataan ini semua.
Oke, sekarang kita bicara tentang pelajaran. Hmmm gimana ya, disana pelajaran yang aku pahami hanyalah pelajaran matematika dan geometri wkwkwk, itupun karena gak usah pake bahasa juga gak papa, tinggal pake angka-angka doang selesai. Bagaimana dengan yang lain?  Oh my God, satupun gak ada yang paham mas, mbak. Biologi yang paham cuma fotosintesis yang selalu menggunakan kata ISIK dan YESIL, kimia yang kuingat hanyalah teman saya suka sama guru kimia, sejarah yang kuingat hanyalah gurunya selalu pamer bahwa Turki punya sejarah yang hebat fan terkenal, sedangkan Indonesia sejarahnya Cuma sedikit dan tidak terkenal. Ada juga pelajaran yang namanya Edebiyat, yaitu seperti bahasa sastra Turki. Sastra indonesia aja gak bisa apalagi sastra Turki,, haduuhh -,-“ Kalau  pelajaran agama sih gurunya membanggakan Indonesia karena Indonesia adalah negara Islam yang besar dan memuji orang-orangya karena maasih taat beragama.
Inilah sepenggal kisah dari my infinity story... semoga akan ada kisah-kisah selanjutnya yang dapat di share

You Might Also Like

3 komentar

  1. hahahaha. it's damn true that people here are calling me "japon". it's annoying. really. hahaha. sumpah ya di , yang paling jengkel tuh kalo ada anak kecil yang norak ribut plus njengkelin berdiri di depan kita sambil aksiyon aksiyon meragain karate plus ngomong "hei hei, japon japon. kungfu kungfu" apaan coba? pleased deh

    ReplyDelete
  2. iya ni kik.. apa lagi kalo arigato-arigato gitu... bikin galau ahahahaha

    ReplyDelete
  3. wuissh, kereEn bang sudah pernah ke luar negeri :D

    ReplyDelete

INSTAGRAM