Out Bound

December 31, 2011



Pada tanggal 23-28 september 2011 mahasiswa dan mahasiswi baru STIS melaksanakan program out bound di Rindam Jaya Jakarta Timur dan lokasi latihan tempur di Gunung Bunder Bandung. Jumat siang jam 14.00, mahasiswa dan mahasiswi baru STIS berangkat ke markas Rindam Jaya di Jakarta Timur naik tronton dan bus yang disediakan oleh Rindam Jaya. Pukul 15.30 kami tiba di markas Rindam Jaya Jakarta Timur dengan selamat. Setelah kita meletakkan barang-barang kita di barak dan sholat, kita melakukan upacara pembukaan di lapangan Chandra dimuka Rindam Jaya.
Setelah upacara pembukaan selesai, kita diberi extra puding. Disini kejutan-kejutan sudah mulai. Yang pertama kita disuruh baris rapi untuk makan dan harus saling berhadap-hadapan. Setelah itu kami harus menjilat makanan yang sudah diberikan kepada kita. Karena kami belum tahu apa-apa, kita turutin saja perintahnya. Selain karena kita tidak tahu, kita juga harus patuh kepada pemimpin. Tanpa diduga-duga, makanan yang sudah kami jilat, disuruh untuk saling menyuapi teman yang berada di hadapan kita. Tanpa pikir panjang, saya kangsung makan saja makanan dari teman saya itu. Rasa jijik saya hilangkan karena pada waktu itu saya dalam keadaan sangat lapan dan untungnya makanan yang diberikan enak juga. Inilah kejutan pertama yang diberikan oleh para pelatih Rindam Jaya kepada kami. Sangat mengejutkan.
Setiap kita mau pergi ke masjid maupun kemana-mana, kita harus baris rapi dan ada yang memimpin. Sambil bejalan, kami harus bernyanyi untuk menyemangati kita. Pada malam harinya kami diajari yel-yel oleh pelatih. Yel-yelnya sangat unik, asyik dan enak didengar. Yel-yel ini membuat kita lebih semangat dalam  melaksanakan kegiatan apapun.
Di Rindam Jaya kita juga diajari PBB (Peraturan Baris-Berbaris) dan materi bela negara. Dua acara ini sangat kontras sekali. Saat berlatih PBB kita berada di tengahtengah lapangan panas-panas, sedangkan kalau materi bela negara kami berada di dalam ruangan. Saat latihan PBB seteguk air sangat mahal harganya, karena kita panas-panas di tengah lapangan.
Pada pukul 22.00 kita harus sudah tidur. Meskipun dengan segala sesuatu yang apa adanya, kami tetap tertidur pulas karena sangat capek. Pada tanggal 25 September, kami diajak pelatih untuk mencoba melewati halang rintang seperti, seluncur duduk ( seperti flying fox), turun tebing, jembatan tali dua dan jala mendarat. Mungki bagi orang desa seperti saya rintangan seperti jala mendarat dan jembatan tali dua sudah biasa di lakukan di desa. Tapi kalau soal meluncur duduk dan turun tebing, bagi anak desa jarang dilakukan karena sulit diaplikasikan dan kalau mau mencoba mahal harganya. Aku dan Bakri adalah orang beruntung dari pleton 3 yang diberi kesempatan untuk mencoba meluncur duduk dan turun tebing. Hal ini dikarenakan waktu yang diberikan pelatih sudah habis, Rintangan yang paling menegangkan bagi saya adalah turun tebing. Saya baru pertama kali melakukan hal tersebut.
Di Rindam Jaya, jangan tanya soal makan. Karena di sini dimanjakan sekali soal makan. Porsi yang diberikan setiap kali makan seperti porsi kuli, luar biasa banyak. Makan 3X sehari dengan porsi yang tidak lazim bagi orang kos di Jakarta ditambah extra puding pagi dan sore. Kalau bagi laki-laki sih oke saja, tapi buat cewek porsi ini luar biasa banyaknya.
Pada tanggal 25 September jam 14.00 kami mulai berangkat ke markas latihan tempur Rindam Jaya di Gunung Bunder Bogor. Dalam perjalanan ke Bogor kami tiba-tiba di serbu oleh hujan mendadak, ini ujian kekompakan kita. Dan akhirnya kami dengan sigap dan kompak bisa mengatasinya bersama-sama. Kami tiba di Gunung Bunder sekitar jam 20.00. Kami semua merasa sangat lapar dan mual dalam perjalanan karena medan yang sangat berat.
  Setibanya di Gunung Bunder kami langsung kedinginan, udaranya jauh berbeda dengan di Jakarta. Untungnya pelatih sudah menyediakan kita kantung selimut yang sering di gunakan oleh TNI, jadi kita tidak merasa kedinginan lagi. Selain mengantuk kami juga dilanda kelaparan, karena dari siang kami belum makan apapun. Setelah makan malam dan sholat Isak adalah saatnya kita untuk tidur. Tidur dalam kantong selimut memang sangat nyaman, sehingga kita tidur nyenyak tanpa ada nyamuk yang gigit.
Jam 04.30 kami bangun langsung melakukan senam pagi di lapangan di tengah udara dingin yang menusuk tulang tanpa menggunakan kaos tangan maupun jaket. Tetapi buat saya, anak Magelang hal itu sudah biasa. Kedinginan sedikit sih,hahaha. Hari pertama si Gunung Bunder kami melakukan kegiatan TWB (Team Work Building) dan cara survive dalam kondisi mendesak. TWB kemarin sangat seru, kita kerjasama agar dapat menyelesaikan masalahnya. Yang paling sulit adalah mengisi peralon yang berlubang. Kelompok saya 3 kali mencoba tetap tidak bisa. Sampai basah kuyup seperti orang mandi, tetap tidak bisa. Setelah itu, hal yang menarik lainnya adalah permainan balapan mengalirkan bola ping pong ke tempat sampah menggunakan bambu yang telah dibelah 2. Permainan ini sangat membutuhkan kekompakan tim. Tetapi dengan kekompakan kami yang solid, kami berhasil melewati rintangan tersebut.
Pada malam harinya dilakukan kegiatan kalau aku menyebutnya jurit malam. Kelompok sya yang terakhir atau yang biasa disebut tim penyapu. Dalam kegiatan ini kami tidak mengalami masalah yang berarti. Setelah jerit malam, dilakukan kegiatan api unggun.Diacara api unggun, seluruh siswa, pelatih, kakak tingkat dan bapak dosen datang menghadiri acara ini. Saat terakhir kegiatan api unggun, kami gelombang 1 menyanyikan lagu Iwan Fals yang berjudul Kemesraan. Inilah malam terakhir out bound gelombang 1 STIS.Meskipun malam itu dingin sekali, kami tidak merasa dingin karena ada pancaran hangatnya kebersamaan kita.
Pada hari ke 2 di Gunung Bunder, kita melakukan kegiatan halang rintang lagi. Tapi rintangannya sama dengan yang ada di Rindam Jaya. Ada meluncur duduk, turun tebing, jala mendarat, jembaran dua tali dan ada satu rintangan yang berbeda yaitu menaiki dan menuruni jurang dengan tali. Menuruni dan menaiki jurang ini sangat membutuhkan banyak tenaga. Meskipun lutut saya sakit karena sudah veteran, saya tetap semangat melewati rintangan itu.
Pukul 13.00 kami pulang ke STIS. Kami sampai di kampus STIS sekitar pukul 16.30. Meskipun badan kami sangat lelah, kami tidak bisa merelakan kegiatan out bound  ini berlalu begitu saja. Sebelum pulang, tetap ada 1 tantangan, yaitu posisi duduk sekitar 30 menit hahaha.

You Might Also Like

0 komentar