d'Classic

November 26, 2011

Sosok seorang sahabat memang sulit untuk ditemui. Seorang sahabat selalu dapat memahami apa yang kita sedang pikirkan dan apa yang seharusnya dia lakukan saat itu pula kepada diri kita. Dalam hidup ini, kita pasti punya sosok sahabat yang berada disamping kita selalu maupun dia berada jauh dari kita. Meskipun dia jauh dari kita, dia pasti selalu memikirkan apa yang sedang terjadi kepada kita di sini. Saling mengerti keadaan satu sama lain, sharing dan yang paling berkesan itu menjalani secuil kehidupan kita bersama-sama.
Sosok seorang sahabat itu ku temui waktu SMA. Sekolah di SBBS, saya dan teman-teman harus tinggal di asrama. Tiga tahun kita hadapi suka-duka, getir pahitnya kehidupan masa muda. Keakraban yang selalu terlihat diantara kita menandakan bahwa kami sudah sehati dan sepikiran dalam menjalani kehidupan di masa itu.
d'Classic foto bareng
Tiga tahun satu kelas dengan 23 sosok remaja laki-laki di kelas C ( d’Classic) membuat suasana kelas terasa seperti dirumah sendiri. Meskipun banyak orang beranggapan hidup di asrama itu menyusahkan, membosankan bahkan ada yang beranggapan bahwa hidup si asrama itu hidupnya terkekang. Tetapi buat anak-anak d’Classic anggapan-angapan itu tidak ditemui dalam kehidupan kami saat di asrama. Hidup serasa tiada beban, itulah yang kami rasakan waktu kami hidup di asrama. Tidak usah memikirkan soal makan, mencuci dan  bahkan pelajaran SMA pun kami abaikan, yang ada dalam benak kami hanyalah bersenang-senang selagi kami masih muda hahaha.
Memang saat itu seperti tiada beban dalam mekehidupan kami sehari-hari . Inilah kegiatan sehari-hari yang kami lakukan :bangun tidur, belajar (meskipun di kelas tidur lagi), sarapan, sekolah, bermain, belajar (itupun yang mau belajar) dan tidur. Meskipun waktu yang diberikan untuk belajar 3 jam perhari, tetapi bermainlah yang dominan mengisi waktu 3 jam itu. Sekolah main UNO, Catur, bahkan main poker. Belajar malam (ETUT) digunakan untuk futsal, baca-baca (novel,komik,koran), bahkan untuk tidur. Ada juga teman yang setelah baca koran Solo Pos, akhirnya menjadi punya pacar (menemukan pacar dari koran hahaha). Kalu anak-anak d’Classic membahas masalah Naruto, pasti diskusinya tidak akan selesai-selesai. Naruto adaah komik favorit anak-anak d’classic. Setiap anak mempunyai tokoh idola dari komik Naruto, contohnya: Ade mengidolakan Itachi, Hanif mengidolakan Gaara, dan aku sendiri mengidolakan Shikamaru. Dikelas percakapan kami tidak perlu di sensor (maksutnya gak usah jaim-jaiman). Kami langsung katakan saja apa yang ada di hati kami secara frontal. Hal ini dikarenakan tidak ada cewek di sekolah kami hahaha. Memang benar masa SMA itu masa yang paling menyenangkan.
H-3 ujian masih malas belajar, malah
foto-foto
 Di masa-masaa ini, kami, anakanak d’Classic tidah pernah merasa capek meskipun setiap sore kami berolahraga, baik itu sepak bola, futsal, basket bahkan hanya sekedar jogging biasa putar-putar lapangan bola yang berada di depan asrama. Kalau ada jam pelajaran yang kosong, tanpa pikir panjang kami langsung bergegas ke lapangan basket dan langsung bermain meskipun lapangan basketnya berada di depan kantor guru. Paginya bermain basket lalu sorenya tanding sepak bola antar kelas,itu adalah hal yang biasa buat kita. Tidak punya rasa capek waktu itu (meskipun malamnya gak bisa tidur karena badannya kaku-kaku hehehe), itulah kami d’Classic yang terkenal dengan jago dalam masalah olahraga. Kami melakukan semua kegiatan ini dengan semangat kebersamaan yang luar biasa. Tidak ada seorang temanpun yang bersedih dikala kami senang dan tidak ada seorang temanpun yang senang dikala kami sedang bersedih. Semua lika-liku kehidupan asrama kita rasakan dengan satu hati, satu pikiran, dan satu semangat.


Marmuthamton- tim sepak bola d'classic
Pasca kelas meeting


Ulang tahun Evin Abi
23 anggota d’Classic: Ade, Afif, Hanif, Ahmad, Amri, Arief, Fahry, Fitriyanto, Dega, Ardi, Antok, Heru, Irit, Kresna, Adi, Muhaiminan, Niko, Safik, Satria, Titus, Kornen, Ridho

You Might Also Like

2 komentar

INSTAGRAM