NGGEMBEL MODE ON

August 11, 2011


              Oia teman-teman, saya teringat akan suatu kejadian  tak terduga yang menimpa saya dan  lima teman saya sewaktu kami masih sekolah di SBBS (berlokasikan di Kecamatan Gemolong, Jauh beut dari Sragen). Kejadian itu terjadi pada hari sabtu, tetapi tanggalnya saya lupa. Yang pasti ketika itu kami masih umbelen, plendas-plendus dan holah-holoh karena kami masih duduk di kelas X. Kejadian itu diawalai ketika guru komputer kami yang biasa kami sebut PAPI. Mengapa disebut PAPI? Ceritanya panjang deh, yang mesti kayak papi gitu sheh :-D. Ketika itu papi memberikan tugas  kelompok kepada kami untuk membuat slide menggunakan microsoft power point. Tetapi kelompok kami yang beranggotakan Saya (Ardi), Ade, Irit, Hanif, Safik, tidak ada yang rumahnya dekat dengan sekolahan (sekolahan kami asrama dan semua murit harus tinggal di asrama), sehingga kami harus mengerjakan tugas tersebut di warnet. Pada haari sabtu (tanggal berapa saya lupa) kami berencana untuk nenginap di bibinya Hanif yang tinggal di Sragen (jauh dari sekolahan kami) agar kami boleh diijinkan untuk pergi dari asrama sehingga kami dapat mengerjakan tugas Komputer yang diberikan oleh Papi. Tetapi alangkah sialnya, bis yang jurusan Sragen sudah habis karena sudah terlalu sore. Akhirnya kami sepakat untuk tidur di warnet ataupun masjid dimalam itu. Azan magribpun berkumandang. 
                 Kami mencari masjid yang lumayan sepi agar kami dapat shalat sekalian tiduran disana. Setelah berjalan kira-kira 1 km, akhirnya kami menemukan masjid yang ukurannya lumayan kecil dan sepi pula. Kami pun shalat maghrib berjamaah. Setelah itu kamitiduran disana untuk melepas lelah. Sialnya, bukannya kami bisa istirahat disana, tetapi malah perang dengan nyamuk yang jumplahnya lebih dari 1 batalion ckckck. Akhirnya kami pun sadar, kalau kita terus-terusan disana kami akan berevolusi menjadi anak kerempeng yang kekurangan darah dan harus diapnome selama 2 hari di RS Pertamina Jakpus hahaha. Kami pun akhirnya pergi dan mencari makan. Kami makan di Kucingan dekat terminal Gemlong. Setelah kenyang, kami pergi untuk sholat Isya lalu ke warnet. Waktu di perjalanan le masjid, tba-tiba Ade melihat uang 1000 an di trotoar. Karena gengsi untuk mengambil uang tu di muka umum, akhirnya uang itu saya tending-tendang agar bisa menjauh dari keramaian. Alangkah sialnya, ketika Ade yang menendang uang itu, tiba-tiba ada ibu-ibu bilang “Ealah le..le… duwit kok yo ditendang-tendang, mbokyo kekke aku wae kene”. 
Seketika itu pula wajah kami memerah langsung membiru (mau pingsan) karena perkataan ibu tasi. Bukannya kita tidak mau ambil uang tersebut, coba saja kalau tidak ada orang disekitarnya, pasti kami langsung bergulat memperebutkan uang 1000 itu wkwkwk. Belum 100 meter kami berjalan, bencana dating lagi. Tiba-tiba salah satu pembiana asrama kami melihat kami dan langsung nyamperin.
   “Mau kemana kalian” damprat Pembina asrama. 
   “Mau kerjain tugas bi” Jawab kami. 
   “Trus kalian tidur di rumahnya siapa?” cerocos pembianatersebut. Kami pun bingung menjawabnya, karena kami tidak tau mau ke rumah siapa (kan gak jadi kerumah bibinya Hanif yang di Sragen). Tiba –tiba kami ingat salah satu teman kami yang rumahnya deket situ 
“Dirumah Deni”Jawab kami.
“OOO gitu” JAwab penbina. Kami pun langsung pergi menuju rumah Deni (padaha kami belum ijin sebelumya). Setelah sampai di rumah Deni, kamipun cuma duduk sebentar disana. Kami langsung kewarnet. Masyaalah, warnetnya itu ya, komputernya itu gak kuat buat bukak power point. Warnet macam apa itu, udah lemot, tiap kali bukak power point langsung eror dan harus di restart ckckck. Padahal waktu itu, yang kami tau hanya ada warner itu saja di Gemolong. Kamipun gak jadi buat tugas. Trus akhirnya kami kembali ke asrama dengan lesu. Oia, pada peristiwa ini ada pemeran tambahannya yaitu Jaka, yang tidak sekelompok dengan kami tetapi ikut-ikutan sialnya wkwkwk.

You Might Also Like

0 komentar