KABUR DARI ASRAMA (PART 1)

August 10, 2011

Teman-teman seperjuangan, aku tiba-tiba teringat masa-masa saat kita berbuat aneh, konyol, nakal, kocak yang pastinya kalau ketahuan pembina sarama atau pun guru kita, kita bakalan kena damprat dari mereka ahhaha. Kejadian yang masih segar di ingatanku tu saat aku bersama temanku (Safik Ardianto) mau kabur ke warnet dekat sekolahan. Waktu itu kami kabur lewat pagar belakang asrama, kami sudah yakin kalo keadaan sekitar sudah memungkinkan untuk kabur dari asrama. Tiba-tiba dari kejauhan terlihat Pembina asrama kami yang terkenal killernya. Saya perhatikan terus dia dari kejauhan sambil menjauh darinya. Tetapi perassanku tak enak, takut kalo ketahuan, nanti kena poin 50, dari sang killer. Berpikir-berpikir, lalu kuputuskan untuk kembali ke asrama lagi tapi lewat jalan yang berbeda, meskipun sama-sama lompat pagar sih. Setelah sampai asrama, langsung ganti baju, celana dan ambil tas lalu pergi keluar lagi, tapi lewat pintu depan agar ketemu sama Pembina yang killer itu. Niatnya biar Pembinanya bingung, trus gak curiga sama aku. (kan tadi lihat aku kabur dari asrama pake baju biru dengan celana pendek, trus kok tiba-tiba di asrama lagi, tapi pake baju hitam celana panjang) biar pikirannya”oh tadi itu tidak si X yang kabur”. Pergi ke warnet itu kebutuhan primer bagi anak asrama seperti aku yang gak bawa hp ataupun laptop. Mengapa bisa kebutuhan primer? Karena bisa nonton fotonya si yang dikangenin hehe. Agak ngenes sih, wong cuma bisa nglihatin fotonya doing. Selain itu sebagai anak muda, kebutuhan berita luar sangat perlu biar tidak kuper. Masak anak muda millennium kok gak tau siapa  presidennya Somalia, hayo siapa yang tau?? Pasti gak ada yang tau hehehe. Pokokman kalo hari sabtu-minggu warnet di sekitar kompleks sekolahanku itu penuh sesak dengan teman-temanku yang mungkin sedang kangen dengan si ehm-ehm.hahaha

You Might Also Like

0 komentar

INSTAGRAM